Bogor – Program pelayanan administrasi kependudukan berbasis online yang digadang-gadang mampu mempermudah masyarakat, justru menuai kritik tajam dari warga kecil. Proses pembuatan KTP dan KK secara digital dinilai semakin mempersulit masyarakat yang tidak memiliki telepon genggam maupun kemampuan menggunakan teknologi.
Keluhan tersebut ramai disampaikan warga di sejumlah wilayah pedesaan. Mereka menilai sistem online yang diterapkan pemerintah belum siap menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama kalangan lanjut usia, buruh harian, hingga warga kurang mampu.
“Bagaimana jika masyarakat yang tidak punya HP dan tidak mengerti teknologi alias gaptek? Bukannya mempermudah, malah jadi menyusahkan,” celoteh salah seorang warga dengan nada kecewa.
Ironisnya, pelayanan yang sebelumnya bisa dilakukan secara langsung kini sebagian besar diarahkan melalui aplikasi maupun pengiriman berkas digital. Akibatnya, masyarakat terpaksa meminta bantuan pihak lain, bahkan tidak sedikit yang akhirnya harus mengeluarkan uang tambahan hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.
Kondisi ini dinilai membuka celah praktik percaloan baru di tengah pelayanan publik yang seharusnya gratis dan mudah diakses seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta tidak hanya bangga dengan program digitalisasi, namun juga wajib memikirkan kesiapan masyarakat di lapangan. Digitalisasi tanpa solusi bagi warga kecil justru dianggap sebagai bentuk ketidakadilan pelayanan publik.
Sejumlah tokoh masyarakat meminta agar pelayanan manual tetap dibuka secara maksimal, khususnya bagi warga lanjut usia, masyarakat tidak mampu, dan warga yang belum memahami sistem online.
“Pelayanan publik itu bukan soal canggih aplikasinya, tapi bagaimana masyarakat bisa benar-benar terlayani,” tegas salah satu warga.
Masyarakat berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap realita di bawah. Sebab hingga kini, masih banyak warga yang bahkan kesulitan membeli kuota internet, apalagi memahami proses administrasi berbasis digital yang dianggap rumit dan membingungkan. (Santo)










