Bogor kompasjabar.com -Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bogor, melakukan aksi demonstrasi di depan pintu gerbang masuk kantor Pemerintahan Kabupaten Bogor, pada Selasa, 28 Juli 2026.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan terkait proyek rehabilitasi, pembangunan sarana dan prasarana olahraga yang tengah dikerjakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, hingga penggunaan dana hibah oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) daerah tersebut.
Tuntutan pertama, mahasiswa mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, membatalkan pemenang mini kompetisi perbaikan atap Gelora Pakansari.
Kemudian, massa juga mendesak agar proyek rehabilitasi Stadion Mini dievalusi, karena masih menggunakan mini kompetisi.
“Membatalkan proses pengadaan pembangunan lapangan tembak, apabila ditemukan pelanggaran prosedur dan penkondisian proyek,” kata mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak agar Bupati Bogor dan inspektorat, melakukan audit investigasi terhadap dana hibah bagi organisasi olahraga KORMI
“Hentikan sementara pemberian dana hibah hingga hasil audit dipublikasikan,” terang mereka dalam tuntutannya.
Seorang peserta aksi Camus, mengatakan bahwa aksi ini dilakukan untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor mencopot Kadispora serta membubarkan KORMI Kabupaten Bogor.
“Kami fokus pada dua tuntutan utama, yaitu mencopot Kadispora dan membubarkan KORMI. Kami menilai hasil audit yang ada tidak transparan,” ujarnya.
Selain itu, massa juga menyoroti proyek pembangunan lapangan tembak yang dinilai tidak melalui proses tender secara terbuka.
Menurut dia,, pihaknya menduga proyek tersebut telah ditentukan pemenangnya sejak awal. Dugaan itu, kata dia, diperkuat dengan pernyataan Kadispora yang menyebut proyek tersebut dalam kondisi aman saat mendapat pertanyaan dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Aksi mahasiswa yang menuntut transparansi dana hibah ini mendapat respons Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rieke Iskandar.
Pria yang akrab disapa Akew ini menemui para mahasiswa, dan memberikan penjelasan terkait tuntutan mereka.
Akew, yang datang ke lokasi aksi, menaiki mobil komando dan menyampaikan bahwa pihaknya dengan senang hati menerima aspirasi para mahasiswa.
Akew, bahkan mempersilahkan kepada mahasiswa untuk berdiskusi dengan dirinya terkait persoalan ini.
“Kalau memang ada masal, ada yang belum jelas silahkan tanya hari ini. Tapi, kalau mau bicara, saya tunggu di kantor KORMI, hayu kita ngobrol bareng-bareng,” kata Akew melalui pengeras suara.
Akew juga menjelaskan kepada mahasiswa bahwa KORMI, hadir dengan tujuan mengajak masyarakat agar ikut berolahraga.
Pria yang pernah digadang-gadang dalam Pilkada Kabupaten Bogor ini juga mengatakan bahwa organisasinya mewadahi olahraga tradisional, yang artinya KORMI berkewajiban untuk ikut melestarikan budaya tradisional.
“Seperti egrang, sumpitan dan lainnya,” kata dia.
Namun, untuk menanggapi soal tuntutan aksi, Akew kembali mengajak mahasiswa untuk berdialog dengan dirinya.( B2g)











