BOGOR – Program bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk korban bencana alam di Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, hingga kini belum ada kejelasan. Kondisi ini mulai memicu keluhan dari warga setempat, mengingat proses survei dan pemetaan lokasi terdampak sudah selesai dilakukan sejak awal tahun anggaran 2026.
Belum turunnya dana bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor ini akhirnya memberikan beban pekerjaan tambahan bagi aparatur desa. Pihak pemerintah desa (Pemdes) harus berulang kali memberikan penjelasan kepada masyarakat yang terus menagih kepastian.
Sekretaris Desa Warung Menteng, Rabu (12/8/2026). Mengungkapkan bahwa seluruh prosedur administrasi dari tingkat bawah sebenarnya telah terpenuhi. Tim dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Bogor juga sudah turun langsung ke lapangan.
“Bantuan bencana BTT ini sementara sudah disurvei dan dilakukan asesmen. Total ada 14 titik yang tersebar di beberapa RW di Desa Warung Menteng. Pemetaan dan survei sudah dilakukan, cuma dari awal tahun anggaran sampai pada saat ini belum turun,” ujar Sekdes.
Menurut pihak Pemdes, wilayah Warung Menteng memiliki banyak rumah tinggal yang masuk kategori rentan bencana. Setiap kali terjadi angin kencang, risiko rumah ambruk atau mengalami kerusakan berat sangat tinggi. Hal inilah yang membuat warga sangat mengharapkan bantuan tersebut segera terealisasi.
Mengenai besaran dan bentuk bantuan, nantinya akan bersifat variatif. Nilai bantuan ditentukan langsung berdasarkan tingkat kerusakan rumah tinggal yang dinilai oleh tim survei DKPP Kabupaten Bogor saat meninjau lokasi.
Desakan dan pertanyaan yang terus membanjiri kantor desa membuat pihak Pemdes berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bisa bergerak lebih cepat.
“Harapannya agar ada tindak lanjut secepatnya dari pemerintah (daerah) agar bantuan segera disalurkan kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi keresahan yang timbul di tengah warga,” pungkasnya. (Gani).







