BOGOR – Sejumlah warga Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengaku geram terhadap keberadaan dan aktivitas BI di wilayah mereka. Warga menilai komunikasi serta perhatian terhadap masyarakat setempat perlu diperbaiki, khususnya menyangkut ketenagakerjaan,
aktivitas pengeboran, akses jalan warga hingga kegiatan yang dinilai menimbulkan kebisingan.
Keluhan tersebut disampaikan warga dalam konteks tuntutan agar pihak BI lebih menghargai kearifan lokal, aturan desa, serta kepentingan masyarakat sekitar.
Erik, Ketua RW 04, mengatakan pihaknya selama ini telah beberapa kali menyampaikan aspirasi agar BI memberikan perhatian lebih besar kepada warga setempat, terutama dalam persoalan kesempatan kerja.
“Dulu BI selalu memprioritaskan warga setempat. Kami meminta agar warga Muara Jaya juga diperhatikan, terutama soal ketenagakerjaan,” ujar Erik.
Menurutnya, warga juga mempertanyakan sejumlah aktivitas di lingkungan sekitar perusahaan, termasuk persoalan pengeboran yang disebutnya belum pernah minta ijin lingkungan udah ada 4 titik sumur bor yang tidak kantongi ijin (siapa )mendapatkan komunikasi atau persetujuan yang memadai dari warga.
Erik juga menyoroti persoalan akses jalan yang digunakan anak-anak ketika hendak mengaji. Ia berharap kegiatan perusahaan tidak sampai mengganggu mobilitas masyarakat.
“Anak-anak mau mengaji saja kadang susah lewat karena akses jalan. Jangan sampai masyarakat merasa tidak dihargai di wilayahnya sendiri,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan terkait tenaga kerja. Warga menyebut terdapat tenaga kerja dari luar Desa Muara Jaya dalam jumlah cukup besar. Salah seorang warga bahkan menyebut sekitar 70 persen tenaga kerja di lingkungan yang mereka soroti berasal dari luar desa. Angka tersebut merupakan klaim warga dan perlu dikonfirmasi kepada pihak BI.
Dedi, warga Kampung Nyenak RT 04, meminta BI lebih memperhatikan etika bermasyarakat, termasuk dalam persoalan pemagaran, penggunaan tenaga kerja, serta aktivitas perusahaan yang berpotensi menimbulkan gangguan kepada warga.
“Pihak BI harus punya adab, mulai dari pemagaran, tenaga kerja, maupun kegiatan lainnya. Kalau ada kegiatan, harus melihat waktu dan menghargai masyarakat. Jangan sampai menimbulkan kebisingan,” ujar Dedi.
Dedi juga meminta pihak perusahaan mematuhi aturan yang berlaku di Desa Muara Jaya. Menurutnya, jika memang terdapat Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur aktivitas tertentu di lingkungan masyarakat, maka aturan tersebut harus dihormati.
“Kalau memang sudah tertuang dalam Perdes, tolong dihargai dan dijalankan sesuai regulasi. Jangan hanya ada komitmen ketika pertemuan, tetapi pelaksanaannya juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Bagi warga, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai keberadaan perusahaan, melainkan bagaimana hubungan perusahaan dengan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan saling menghormati.
Warga menegaskan, keberadaan perusahaan di wilayah Desa Muara Jaya diharapkan tetap memperhatikan kearifan lokal dan kepentingan masyarakat desa.
Bahkan, sejumlah warga menyatakan tidak ingin keberadaan BI menimbulkan konflik berkepanjangan dengan masyarakat.
“Kearifan lokal harus dihargai. Kalau warga terus merasa tidak dihargai, jangan sampai masyarakat mengambil sikap untuk menolak dan mengusir keberadaan BI di Desa Muara Jaya,” ujar warga.
Sementara itu, muncul pula sorotan dari warga terkait komunikasi dengan pemerintah desa. Warga meminta seluruh pihak, termasuk perusahaan, membangun komunikasi yang baik dengan kepala desa dan perangkat desa agar setiap kegiatan yang bersinggungan dengan masyarakat dapat dikoordinasikan terlebih dahulu.
Menurut pak Agus dari PT JSMU menuturkan kita udah di sesuaikan untuk merekrut tenaga kerja warga setempat bahkan melebihi tetepi kalu pihak desa menginginkan harus ada laporan dulu ke desa tentang membutuhkan tenaga kerja sayah siap mengikuti aturan.
di lain pihak BPD desa muara jaya Jen Jen menginginkan ketika mau menerima pekerja ada impormasi dulu ke pihak desa ungkap BPD desa muarajaya.
Dalam kutifan akhir Kepala desa muarajaya awan Hermawan SE menypaikan bahwa mediasi ini belum beres dan tetap warga di minta kondusif ungkap kepala desa muara jaya.( Cudel)







