Kabel Semrawut Penuhi Tiang hingga Drainase, Diduga Picu Banjir dan Rusak Estetika Kawasan Puncak

banner 468x60

Bogor kompasjabar.com -Kawasan wisata Puncak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kembali disorot. Bukan karena kemacetan atau sampah, kali ini soal kabel yang semrawut. Pantauan di lapangan, puluhan kabel hitam terlihat melintang tak beraturan, menumpuk di satu hingga dua tiang listrik di sepanjang Jalan Raya Puncak.

Warga menduga kabel tersebut milik penyedia layanan internet atau WiFi rumahan yang dipasang tanpa penataan. Kabel-kabel itu menjuntai rendah, melintang di atas jalan.

“Iya, jadi kurang bagus sepertinya. Puncak kan destinasi wisata, harusnya rapi. Mudah-mudahan saja ada solusi agar Puncak bisa menjadi lebih indah,” ungkap Indah, wisatawan lokal asal Bekasi yang ditemui saat berlibur bersama keluarga, Senin (22/6/2026).

Bacaan Lainnya

*Bukan Cuma Ganggu Pemandangan, Tapi Juga Picu Banjir*

Persoalan tak berhenti di estetika. Kabel yang masuk ke saluran drainase justru menimbulkan masalah baru saat musim hujan. Sampah plastik, dedaunan, dan ranting banyak tersangkut di kabel yang melintang di selokan. Akibatnya, aliran air tersumbat dan meluap ke badan jalan.

Fery, warga Kampung Ciburial, Cisarua, mengaku prihatin  “Ini malah masuk ke saluran irigasi. Ya akhirnya banjir karena banyak sampah yang tersangkut di kabel itu. Air nggak ngalir,” jelasnya sambil menunjuk tumpukan kabel di dalam got.

Ia menambahkan, kabel-kabel itu sudah ada sejak dua tahun terakhir dan makin bertambah. “Seharusnya kabel punya jalur sendiri, pakai ducting atau bawah tanah. Jangan asal nempel di tiang PLN terus nyemplung ke got,” tegasnya.

*Wisatawan dan Warga Desak Penataan*

Hingga kini belum ada data pasti berapa jumlah provider yang beroperasi di jalur Puncak. Namun dari kasat mata, sedikitnya 7-10 merek WiFi berbeda terpasang di satu tiang.

Wisatawan dan warga berharap ada aksi nyata dari pemerintah. “Puncak itu ikon Jawa Barat. Jangan sampai rusak karena kabel. Tolong dirapihin, kalau perlu dipendam biar aman dan bagus,” pinta Indah.

Sementara itu, Fery berharap ada penertiban rutin. “Jangan nunggu banjir besar dulu baru gerak. Kasihan warga sama wisatawan juga,” tutupnya.(ash)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60