BOGOR — Musyawarah Besar (Mubes) Aliansi BEM Se-Bogor yang dilaksanakan pada 12–13 September 2026 di Kampus Universitas Islam Bogor (UIB) telah menetapkan Khaiqal Sahid, Presiden Mahasiswa UIB, sebagai Koordinator Aliansi BEM Se-Bogor. Khaiqal terpilih secara aklamasi melalui proses musyawarah yang diikuti oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 30 perguruan tinggi di wilayah Bogor.
Mubes Aliansi BEM Se-Bogor menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerak organisasi mahasiswa di wilayah Bogor ke depan. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi untuk memperkuat komunikasi, solidaritas, serta kesamaan sikap mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, pembangunan, dan kebijakan publik di wilayah Bogor.
Terpilihnya Khaiqal Sahid secara aklamasi menunjukkan adanya kepercayaan dari peserta Mubes terhadap sosok dan kapasitasnya untuk memimpin Aliansi BEM Se-Bogor. Sebagai Presiden Mahasiswa UIB, Khaiqal dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi mahasiswa serta memiliki ruang yang cukup untuk membawa semangat kolaborasi antar-BEM di wilayah Bogor.
Ke depan, kepemimpinan baru diharapkan mampu menjadikan Aliansi BEM Se-Bogor sebagai wadah yang lebih solid, terbuka, dan responsif terhadap persoalan masyarakat. Aliansi tidak cukup hanya menjadi ruang berkumpul organisasi mahasiswa, tetapi harus mampu menghadirkan gagasan, kajian, advokasi, serta gerakan yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat Bogor.
Khaiqal Sahid menyampaikan bahwa amanah sebagai Koordinator Aliansi BEM Se-Bogor merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan semangat kolaborasi. Menurutnya, kekuatan aliansi terletak pada kemampuan setiap BEM untuk menyatukan gagasan dan kepentingan dalam agenda bersama, tanpa menghilangkan identitas serta independensi masing-masing kampus.
“Amanah ini bukan tentang siapa yang paling depan, tetapi bagaimana kita bisa berjalan bersama. Aliansi BEM Se-Bogor harus menjadi ruang konsolidasi gagasan, memperkuat perjuangan mahasiswa, dan hadir di tengah persoalan masyarakat,” ujar Khaiqal Sahid.
Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi momentum bagi Aliansi BEM Se-Bogor untuk melakukan evaluasi dan pembenahan internal. Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun komunikasi lintas kampus, memperluas jejaring, serta menjaga independensi gerakan mahasiswa agar tetap kritis sekaligus konstruktif terhadap pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di wilayah Bogor.
Dengan terpilihnya Khaiqal Sahid sebagai Koordinator Aliansi BEM Se-Bogor secara aklamasi, kepemimpinan baru diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan mahasiswa dengan semangat kolaborasi, intelektualitas, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat. Mubes 12–13 September 2026 di Universitas Islam Bogor menjadi awal bagi babak baru Aliansi BEM Se-Bogor untuk memperkuat konsolidasi dan mengambil peran strategis dalam menghadirkan perubahan bagi Bogor. (B2g)







