Bogor kompasjabar.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi peningkatan gizi siswa justru menuai sorotan. Di SMPN 1 Cigombong, program tersebut dilaporkan tidak berjalan selama lebih dari satu bulan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ratusan siswa belum menerima makanan bergizi sejak proyek pembangunan dapur MBG baru dimulai. Ironisnya, tidak ada skema alternatif yang disiapkan selama masa pembangunan tersebut.
Ketua LSM Penjara Kabupaten Bogor bangbang menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian dalam perencanaan dan pengawasan program.
“Program ini menyangkut kebutuhan dasar siswa. Kalau sampai berhenti lebih dari satu bulan tanpa solusi, ini bukan sekadar kendala teknis, tapi indikasi lemahnya pengelolaan,” tegasnya.
Ia mempertanyakan kesiapan pihak pelaksana sebelum program dijalankan, termasuk perencanaan infrastruktur pendukung seperti dapur produksi makanan.
“Kenapa pembangunan dapur tidak direncanakan sejak awal? Mengapa distribusi harus terhenti total? Ini yang harus dijawab secara terbuka,” tambahnya.
Sejumlah orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa. Mereka menilai program yang seharusnya membantu justru tidak memberikan manfaat nyata dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, belum ada penjelasan resmi dari pihak Mbg maupun kordinator mbg terkait mengenai penghentian sementara program tersebut. Minimnya transparansi ini semakin memperkuat dugaan adanya persoalan dalam tata kelola program MBG.
LSM Penjara Kabupaten Bogor bangbang mendesak pemerintah daerah, termasuk dinas pendidikan, untuk segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh. Mereka juga meminta adanya kejelasan tanggung jawab dari pihak yang mengelola distribusi program.
“Jangan sampai program yang menggunakan anggaran publik ini justru tidak tepat sasaran dan tanpa akuntabilitas,” ujarnya. (Red)











