Bogor, Kompasjabar – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto mulai mengambil langkah serius dalam menata kawasan Puncak yang selama ini dikenal rawan kemacetan dan semrawut secara tata ruang.
Instruksi percepatan sosialisasi dan penataan kawasan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kecamatan Ciawi. Camat Ciawi, Denny Kuswara, menggelar rapat koordinasi bersama unsur Muspika, UPT wilayah Ciawi, para kepala desa, organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Karang Taruna, serta pihak Jasa Marga.
Rapat tersebut membahas langkah konkret penataan kawasan Puncak yang dimulai dari Simpang Ciawi, Simpang Gadog hingga perbatasan Cianjur, titik-titik yang selama ini menjadi simpul kemacetan utama.
Mulai April 2026, sejumlah langkah penertiban akan dilakukan secara bertahap, di antaranya pengembalian fungsi jalan nasional di Simpang Ciawi, pengaturan lalu lintas yang lebih terintegrasi, penertiban parkir liar, hingga penanganan persoalan sampah di kawasan tersebut.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi awal untuk mengurai berbagai persoalan klasik di Simpang Ciawi yang kerap dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan.
Ke depan, Pemkab Bogor juga mendorong pembangunan terminal terpadu di kawasan Ciawi yang mampu mengakomodasi berbagai lintasan transportasi. Selain itu, pengembangan infrastruktur flyover juga direncanakan untuk terintegrasi dengan akses Tol Bocimi guna meningkatkan kelancaran arus kendaraan.
Pemerintah Kabupaten Bogor pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung penataan kawasan Puncak demi terciptanya kenyamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas bagi semua pihak. (Bang2)










