Bogor Kompasjabar.com – Suasana di wilayah Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor memanas setelah RW Bodag melihat sebuah video pengakuan dari seorang warga bernama Aji di Polsek Tamansari. Dalam video tersebut, Aji menyatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa handphone miliknya dipecahkan oleh Kepala Desa Sukaluyu.
Pernyataan tersebut sontak menimbulkan reaksi keras dari mantan Ketua RW Bodag, yang merasa kecewa dan menilai bahwa Aji telah memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Menurut mantan Ketua RW Bodag, peristiwa dugaan pemecahan handphone itu sebelumnya telah dilaporkan oleh Aji sendiri dan saksi banyak dan sayah juga melihat , sehingga perubahan pengakuan yang tiba-tiba di hadapan pihak kepolisian menimbulkan tanda tanya besar.
“Kami sebagai pihak mantan RW dan teman teman yang membikin surat pernyataan berikut warga sangat kecewa. Awalnya dia mengaku kepada warga dan perangkat desa bahwa handphonenya memang dipecahkan. Tapi ketika di kantor polisi, dia membuat pernyataan berbeda. Ini sangat merugikan banyak pihak,” ujarnya.
Mantan RW juga meminta pihak kepolisian melakukan klarifikasi lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat tekanan, kesalahpahaman, atau unsur kesengajaan dalam perubahan pernyataan tersebut.
Sementara itu, pihak Polsek meminta hari Rabu datang lagi ketemu sama penyidik yang membereskan perkara aji dan kepaladesa .dan kebetulan Kapolsek Tamansari belum ada menurut petugas Polsek taman sari kami belum bisa apa apa terkait polemik tersebut. Warga berharap kasus ini dapat diselesaikan secara terang dan adil untuk menghindari konflik yang lebih luas di masyarakat. (Bang)










