Bogor kompasjabar – Aktivitas pembangunan yang mengatasnamakan Civili di Jalan Veteran II menuai keresahan warga. Proyek tersebut diduga kuat mengabaikan perizinan pemerintah, namun kegiatan pengeboran sumur bor tetap berjalan tanpa hambatan.
Dari hasil pantauan media di lokasi, proyek ini direncanakan membangun enam titik sumur bor. Namun hingga saat ini baru dua titik yang terlihat. Satu titik telah beroperasi aktif, sementara satu titik lainnya masih dalam proses pengeboran. Aktivitas ini berlangsung meski izin resmi dari instansi berwenang belum dapat ditunjukkan kepada warga.
Sejumlah warga mengaku merasa dirugikan dan khawatir terhadap dampak lingkungan, khususnya terhadap ketersediaan air tanah di sekitar permukiman.
“Kami tidak pernah diberi penjelasan. Tahu-tahu sudah ada sumur bor aktif. Kalau tidak berizin, ini jelas merugikan masyarakat,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
Warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka meminta aktivitas pengeboran dihentikan sementara hingga seluruh izin dinyatakan lengkap dan sesuai aturan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Civili belum memberikan klarifikasi resmi, sementara pemerintah setempat juga belum terlihat mengambil langkah tegas. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan penegakan aturan di wilayah tersebut. (B
ang2)










