Bogor – Suasana Rapat Minggon Kecamatan Ciawi yang digelar di Desa Bojongmurni, Kabupaten Bogor, memanas ketika Camat Ciawi, Saeful Jack Peter, S.Sos., M.M., secara terbuka menyindir sejumlah organisasi kepemudaan yang dinilai kerap mengeluh namun tidak hadir dalam rapat resmi.
Di hadapan peserta rapat, Camat Ciawi menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mendengar keluhan dari pihak-pihak yang selama ini tidak berpartisipasi dalam pembahasan kegiatan Hari Jadi Bogor (HJB).
“Jangan berisik di belakang, bilang tidak diakomodir. Waktu rapat persiapan Hari Jadi Bogor malah tidak hadir. Kalau ingin didengar, datang dan sampaikan dalam forum resmi,” tegas Saeful Jack Peter.
Pernyataan tersebut diduga ditujukan kepada sejumlah unsur KNPI dan Karang Taruna yang sebelumnya disebut-sebut mempertanyakan keterlibatan mereka dalam kegiatan HJB tingkat Kecamatan Ciawi.
Dalam rapat itu juga dibahas persiapan karnaval budaya yang akan digelar beberapa hari mendatang.
Kepala Desa Cileungsi, Baban Subandi, A.Md., menjelaskan bahwa karnaval tahun ini mengusung tema adat dan budaya daerah dengan melibatkan 16 kontingen dari berbagai desa dan instansi.
Seluruh peserta akan berkumpul sejak pukul 07.00 WIB, sementara area parkir dipusatkan di Gedung Karakter guna menghindari kemacetan di jalur utama Ciawi.
Dari sisi keamanan, Kapolsek Ciawi, AKP Dede Lesmana Jaya, S.H., M.H., memastikan aparat kepolisian akan disiagakan di berbagai titik strategis selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami akan menempatkan personel di setiap titik yang membutuhkan pengamanan agar kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Koramil Ciawi juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengamanan bersama unsur kepolisian dan pemerintah kecamatan.
Pernyataan keras Camat Ciawi tersebut menjadi sorotan peserta rapat. Pasalnya, teguran itu dianggap sebagai pesan tegas kepada organisasi maupun pihak mana pun yang ingin dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan, namun tidak aktif mengikuti proses perencanaan dan koordinasi sejak awal.
Kini publik menunggu apakah kritik Camat tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi organisasi kepemudaan di Kecamatan Ciawi atau justru memunculkan polemik baru menjelang perayaan Hari Jadi Bogor( b2g)











