Bogor kompasjabar.com – 31 Juli 2026 RSUD DR. KH Idham Chalid Ciawi bekerja sama dengan Sentra Galih Pakuan Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Bogor Plus menyalurkan bantuan sosial kepada 71 Orang dengan HIV (ODHIV) yang menjalani pelayanan di rumah sakit tersebut. Penyaluran bantuan diawali dengan proses assessment guna memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan masing-masing penerima.
Kegiatan yang berlangsung di RSUD DR. KH Idham Chalid Ciawi itu dihadiri oleh perwakilan Kementerian Sosial RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bogor, jajaran manajemen rumah sakit, serta komunitas pendamping ODHIV.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD DR. KH Idham Chalid Ciawi, dr. Agus Fauzi, M.Kes., mengatakan kolaborasi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan komunitas merupakan elemen penting dalam memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS secara berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi Sentra Galih Pakuan Kementerian Sosial RI dan KDS Bogor Plus yang telah mempercayakan RSUD DR. KH Idham Chalid Ciawi sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Sinergi seperti ini menunjukkan bahwa penanganan HIV tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga membutuhkan dukungan sosial dan kemanusiaan,” kata dr. Agus Fauzi.
Menurutnya, rumah sakit memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi ODHIV. Selain layanan medis, rumah sakit juga terus memperkuat edukasi, pendampingan psikososial, serta menciptakan lingkungan pelayanan yang bebas stigma dan diskriminasi.
“Setiap pasien berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, dukungan sosial yang memadai, dan kesempatan untuk hidup sehat serta produktif. Karena itu, kami terus mendorong pelayanan yang berorientasi pada pasien melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sebanyak 71 ODHIV mengikuti proses assessment sebelum menerima bantuan sosial. Proses tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan penerima sehingga bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat secara optimal.
Melalui kegiatan ini, rumah sakit berharap sinergi antara Kementerian Sosial RI, Pemerintah Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS, komunitas pendamping, serta fasilitas pelayanan kesehatan dapat terus diperkuat untuk mendukung pencapaian program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. (B2g)

