Bogor, Kompasjabar — Ratusan pengunjung memadati aliran sungai di Kampung Leuwisapi, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, selama libur Idul Fitri. Sungai yang berada di kaki Gunung Gede ini bukan hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga diyakini masyarakat memiliki khasiat bagi kesehatan.
Namun di tengah tingginya antusiasme warga, sorotan justru mengarah pada minimnya peran pemerintah desa dalam mengelola potensi tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, kawasan yang dilalui aliran Kali Cimande itu masih dikelola secara swadaya oleh warga.
Salah satu Warga, berinisial Wyu mengatakan, Fasilitas pendukung nyaris tidak memadai, mulai dari akses jalan, area parkir, hingga sarana kebersihan yang belum tertata dengan baik. Padahal, setiap musim libur panjang, jumlah pengunjung meningkat drastis. Kondisi ini dinilai sebagai peluang besar yang seharusnya dapat dimanfaatkan pemerintah desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kalau dikelola serius, ini bisa jadi wisata unggulan. Tapi sampai sekarang masih seperti ini saja,” ungkap Wyu salah seorang warga yang sedang berada di lokasi.
Kepercayaan masyarakat terhadap khasiat air sungai ini juga terus berkembang. Sejumlah pengunjung mengaku merasakan manfaat setelah berendam, mulai dari meredakan pegal hingga mengatasi masalah kulit.
“Kami sudah sering ke sini. Badan jadi segar, gatal-gatal juga hilang,” ujar Jajat, pengunjung asal Bekasi.
Sayangnya, potensi wisata alam sekaligus bernuansa religi ini belum mendapat sentuhan serius dari pemerintah desa. Tidak terlihat adanya konsep pengembangan, penataan kawasan, maupun upaya promosi yang terarah.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap potensi yang sejatinya bisa menjadi sumber kesejahteraan warga. Tanpa pengelolaan yang jelas, kawasan ini juga berisiko mengalami kerusakan lingkungan akibat lonjakan pengunjung yang tidak terkendali.
Warga pun mendesak pemerintah desa agar tidak lagi menutup mata. Mereka berharap ada langkah konkret untuk menata kawasan Leuwisapi menjadi destinasi wisata yang layak, aman, dan memberikan manfaat ekonomi nyata.
Jika terus dibiarkan tanpa arah, bukan tidak mungkin potensi besar ini justru hilang begitu saja ditelan ketidakseriusan pengelolaan. (Wahyu)










