Foto : Ilustrasi
Sukabumi,Kompasjabar – Keberadaan kandang sapi di Kampung Sikup, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menuai polemik di tengah masyarakat. Warga mengeluhkan bau menyengat dari kotoran sapi yang disebut-sebut sudah mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman.
Bau tersebut bahkan diklaim sudah tercium hingga kawasan RW 06 BTN Purwasari Regency, yang jaraknya cukup dekat dengan lokasi kandang. Warga menilai keberadaan kandang sapi tersebut tidak pernah melalui proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar sebelum didirikan.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, awalnya kandang tersebut hanya digunakan sebagai tempat transit sapi dalam jumlah terbatas. Namun seiring waktu, aktivitas di lokasi tersebut justru semakin berkembang.
“Awalnya hanya untuk transit saja, tapi sekarang kandangnya diperluas. Informasinya akan menampung ratusan sapi. Tentu saja kami khawatir karena baunya sangat menyengat,” ujarnya. Sabtu, (07/03/2026)
Menurut warga, kondisi tersebut mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir, terutama saat angin mengarah ke kawasan permukiman. Selain mengganggu kenyamanan, warga juga khawatir dampaknya terhadap kesehatan lingkungan.
Di sisi lain, informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa di wilayah Kecamatan Cicurug saat ini izin baru untuk pengelolaan atau peternakan sapi sudah tidak bisa lagi diterbitkan, sehingga keberadaan kandang tersebut menimbulkan pertanyaan terkait legalitas dan perizinannya.
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya pihak desa maupun instansi terkait di Kabupaten Sukabumi, segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Kalau memang tidak sesuai aturan atau tidak memiliki izin, kami berharap pemerintah bisa mengambil langkah tegas. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini disusun, pihak pengelola kandang sapi maupun pemerintah setempat belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang terjadi. Warga berharap ada klarifikasi serta solusi agar aktivitas usaha tetap memperhatikan kenyamanan dan kesehatan lingkungan masyarakat sekitar. (Wahyu)










