- Foto : Wahyu/Ajo
Bogor, Kompasjabar – Kepala Desa Sorogol menegaskan penolakan terhadap rencana beroperasinya kembali aktivitas tambang pasir di wilayah Desa Pasirbuncir, Penolakan tersebut didasari kebijakan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang saat ini masih melakukan evaluasi terhadap seluruh aktivitas pertambangan, sehingga dinilai belum layak jika tambang kembali beroperasi.
Kepala Desa Sorogol, Asep Irwan Kuswara/Kades Ucha, menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak kerusakan infrastruktur desa, khususnya jalan yang selama ini telah diperbaiki menggunakan anggaran desa lebih dari Rp.2 miliar.
“Kalau tambang kembali beroperasi, jalan yang sudah kami bangun dan perbaiki dengan anggaran besar itu dipastikan akan rusak kembali. Lalu siapa yang akan bertanggung jawab, Apakah pihak perusahaan siap mengganti kerusakan jalan akibat dilalui truk-truk bermuatan pasir?” tegasnya.
Menurutnya, lintasan yang akan dilewati kendaraan tambang merupakan akses utama warga untuk aktivitas sehari-hari, termasuk jalur pertanian dan distribusi hasil panen.
Selain pemerintah desa, warga sekitar juga secara tegas menolak keberadaan tambang pasir. Mayoritas masyarakat Desa Sorogol berprofesi sebagai petani dan sangat bergantung pada keberlangsungan lahan pertanian.
“Warga sehari-harinya bertani. Kalau ada tambang, kami khawatir lahan rusak, sumber air terganggu, dan risiko bencana seperti longsor dan banjir semakin besar,” ujar salah seorang warga.
Penolakan warga bukan tanpa alasan. Aktivitas tambang dinilai berpotensi merusak ekosistem, mengganggu struktur tanah, serta meningkatkan kerawanan bencana alam, terutama saat musim hujan.
Pemerintah desa berharap pemerintah daerah dan provinsi benar-benar memperhatikan aspirasi masyarakat, serta tidak memberikan izin operasional sebelum proses evaluasi tuntas dan ada jaminan perlindungan lingkungan serta tanggung jawab penuh dari pihak perusahaan.
“Keselamatan warga, kelestarian lingkungan, dan aset desa harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat yang menanggung dampaknya,” pungkas Kepala Desa Sorogol.
Reporter : Wahyu Diansyah










