Bogor, Kompasjabar — Aktivitas PT Tirta Investama di Site Lido yang berlokasi di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menuai kekhawatiran warga sekitar. Perusahaan tersebut diduga menggunakan sumur artesis dalam jumlah besar untuk operasionalnya.
Dugaan tersebut menguat setelah ditemukannya beberapa titik yang diduga sebagai sumur artesis, yang ditutup menyerupai bangunan kecil seperti pos. Jika dilihat sepintas, lokasi tersebut tampak seperti tidak memiliki sumur, namun berdasarkan pantauan di lapangan, titik-titik tersebut dicurigai sebagai sumber pengambilan air tanah dalam.
Warga sekitar mengaku resah dan khawatir apabila praktik tersebut terus dibiarkan. Pasalnya, eksploitasi air tanah secara masif dikhawatirkan dapat berdampak pada kondisi lingkungan, khususnya terhadap penahan atau bendungan Danau Lido.
“Kalau air tanah terus diambil dalam jumlah besar, kami takut terjadi longsor atau jebolnya penahan danau. Dampaknya bisa fatal bagi warga,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan hasil pantauan, setiap harinya air diduga diangkut menggunakan kendaraan tangki berukuran besar, dengan jumlah yang diperkirakan mencapai jutaan kubik. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mempercepat penurunan muka air tanah dan memicu kerusakan struktur tanah di kawasan sekitar.
Warga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan pengecekan lapangan, termasuk memastikan legalitas penggunaan air tanah oleh perusahaan tersebut, serta menilai dampak lingkungannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Tirta Investama Site Lido belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan sumur artesis tersebut. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan untuk mendapatkan penjelasan dari pihak perusahaan. (Bang/470)










