Warga Perum Purwasari Regency Tak Terima Diintimidasi, Suami Korban: “Ini Tuduhan Liar dan Memalukan”

banner 468x60

Bogor, Kompasjabar – Seorang warga asal Desa Watesjaya yang kini menetap di Perum Purwasari Regency mengaku tidak terima atas tindakan intimidasi dan tuduhan yang dilakukan oleh dua orang berinisial FR dan DR.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di lingkungan Perum Purwasari Regency, Kabupaten Bogor. Korban disebut dituduh melakukan penipuan serta mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa kata-kata kotor dengan nada keras dari FR dan DR. Tuduhan tersebut membuat pihak keluarga merasa dirugikan dan dipermalukan.

WD, suami dari korban tuduhan, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa istrinya tidak mengetahui persoalan yang dipermasalahkan.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak terima istri saya yang tidak tahu apa-apa dituduh dan dimarahi orang lain. Bahkan mereka berdua sudah bikin malu saya. Padahal kejadian sebenarnya, saya hanya mengantar. Kalau masalah uang, DR sendiri yang memberikan langsung ke pihak paguyuban. Uang Rp300.000 itu memang saya yang terima, tapi langsung saya serahkan lagi ke paguyuban. Masalah ini pasti panjang, sebab saya benar-benar tidak terima,” ungkap WD dengan nada kesal.

Menurut keterangan WD, uang sebesar Rp.300.000, – tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan langsung diteruskan kepada pihak paguyuban sebagaimana mestinya. Ia menyayangkan tuduhan yang dinilai tidak berdasar serta dilakukan dengan cara yang dinilai merendahkan martabat keluarganya.

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara turut angkat bicara. Ia menilai tindakan yang dilakukan FR dan DR berpotensi melanggar hukum.

“Perbuatan tersebut bisa dijerat dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan, memfitnah, bahkan ada aturan baru terkait setiap orang yang memasuki pekarangan rumah tanpa izin yang dapat dikenakan sanksi pidana,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak FR dan DR terkait tudingan tersebut. Pihak keluarga korban menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum guna menjaga nama baik dan kehormatan keluarga mereka. (Red) 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60