BOGOR, Kompasjabar – Setelah puluhan tahun berdiri menumpang satu hamparan lahan dengan Kantor Desa Pasir Muncang sejak 1975, rencana relokasi SDN Pasir Muncang 01 akhirnya menemukan titik terang. Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PDI Perjuangan, H. Selamet Mulyadi, mengalokasikan dana Pokok Pikiran (Pokir) sebesar Rp1,5 miliar untuk pengadaan lahan seluas 1.000 meter persegi pada tahun anggaran 2026.
H. Selamet Mulyadi menyampaikan keprihatinannya atas kondisi sekolah yang selama puluhan tahun harus berbagi lahan dengan kantor desa, sehingga berdampak pada pelayanan publik dan kegiatan belajar mengajar.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi numpang selama puluhan tahun ini. Kalau memang Pokir bisa dimanfaatkan untuk pembelian lahan relokasi SDN Pasir Muncang 01, kami siap memberikan Rp1,5 miliar,” Ungkap Selamet Mulyadi, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor. Kamis, (05/02/2026)
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan kerap mengalami kendala dalam proses pembebasan lahan. Oleh karena itu, kehadiran Pokir DPRD diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk merealisasikan relokasi sekolah tersebut.
“Mudah-mudahan Pokir yang saya berikan selaku anggota DPRD Kabupaten Bogor bisa menjadi solusi dan memberikan harapan yang selama puluhan tahun terhambat, termasuk pelayanan di kantor desa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pasir Muncang, Yudi Wahyudin, mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh Anggota DPRD Fraksi PDIP tersebut. Menurutnya, harapan relokasi SDN Pasir Muncang 01 yang telah dinanti puluhan tahun kini semakin mendekati kenyataan.
“Kami atas nama Pemerintah Desa dan secara pribadi mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Bapak H. Selamet Mulyadi terhadap kepentingan pendidikan di desa kami. Mudah-mudahan dengan Pokir DPRD ini, pengadaan lahan SDN Pasir Muncang 01 bisa terealisasi,” ujar Yudi dengan penuh syukur.
Ia juga mengungkapkan, selama ini pihak desa harus mengalah dalam pelayanan, khususnya setiap hari Senin, karena halaman kantor desa digunakan ratusan siswa untuk pelaksanaan upacara bendera.
“Jujur saja, setiap hari Senin kami baru bisa memberikan pelayanan di kantor desa setelah ratusan siswa selesai melaksanakan upacara. Karena bagaimanapun kegiatan pendidikan harus kami dukung, maka kami yang mengalah,” pungkasnya.
Reporter : Wahyu Diansyah




