Bogor Kompasjabar – Kegiatan galian pipa yang diduga dilakukan oleh PDAM Kabupaten Bogor Cabang Ciawi menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, air hasil sedotan galian yang ditarik menggunakan mesin diduga dibuang langsung ke badan jalan raya, dekat pathan mubina Caringin sehingga menyebabkan jalan menjadi licin, berbau, dan memicu kemacetan panjang.
Pantauan di lokasi menunjukkan, air bekas sedotan tersebut mengalir ke ruas jalan utama hingga menyebabkan kendaraan melambat. Akibat kondisi jalan yang licin dan bau menyengat, para pengendara memilih lebih berhati-hati. Kemacetan pun tak terhindarkan dan mengular hampir sepanjang satu kilometer.
Sejumlah warga dan pengguna jalan mengaku khawatir terjatuh, terutama pengendara sepeda motor. Selain itu, bau tidak sedap dari air sedotan galian tersebut semakin memperparah ketidaknyamanan di sekitar lokasi pekerjaan.
Menanggapi hal ini, Bambang, Ketua LSM Kabupaten Bogor, angkat bicara. Ia menilai cara kerja PDAM tersebut terkesan asal-asalan dan diduga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Pembuangan air dari galian seharusnya tidak dilakukan sembarangan ke jalan raya. Ini sangat membahayakan pengguna jalan dan merugikan masyarakat. Apalagi air tersebut berbau, jelas menimbulkan masalah baru,” ujar Bambang.
Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan galian pipa PDAM seharusnya memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta dampak lingkungan sekitar. “Jangan sampai pekerjaan pembangunan justru mengorbankan keselamatan masyarakat. SOP jangan dikangkangi,” tegasnya.
pihak PDAM Kabupaten Bogor Cabang Ciawi ketika di konfirmasi tri di ruangan kerjanya akan sayah cek dakelapangan sembari memberikan surat berita aduan terkait dugaan pelanggaran SOP tersebut. Masyarakat berharap ada evaluasi dan penanganan serius agar kejadian serupa tidak terulang. (Wahyu)










