Bogor kompasjabar – Program ketahanan pangan Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, diduga bermasalah. Berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi kandang ketahanan pangan desa, kandang sapi dan domba dilaporkan dalam kondisi kosong. Di lokasi hanya tersisa beberapa ekor domba, sementara sebagian besar ternak yang sebelumnya ada diduga telah dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait pengelolaan program ketahanan pangan yang bersumber dari anggaran desa. Pasalnya, program tersebut seharusnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan desa, bukan justru hilang tanpa kejelasan.
Sejumlah warga setempat mengaku heran dengan kondisi kandang yang kini kosong. Mereka berharap adanya keterbukaan dari pihak pengelola terkait keberadaan ternak yang merupakan aset desa tersebut.
Atas temuan ini, Camat Cisarua bersama Inspektorat Kabupaten diminta segera turun tangan untuk melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap tim pengelola ketahanan pangan Desa Cilember. Selain itu, Aparat Penegak Hukum (APH) juga didesak untuk melakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya unsur penyalahgunaan wewenang dan kerugian negara.
Masyarakat berharap kasus ini dapat diusut secara transparan dan tuntas agar program ketahanan pangan benar-benar memberikan manfaat bagi warga Desa Cilember serta menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (Bang2)










