1.500 Massa Siap Turun ke Gedung Sate, Tuntut Gubernur Tanggung Jawab Dampak Penutupan Tambang

banner 468x60

Bandung, Kompasjabar Sekitar 1.500 peserta yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (GPPSDA-LH) bersiap menggelar aksi damai di Gedung Sate, Kota Bandung. Jumat, (06/02/2026) Massa aksi datang dari berbagai daerah di Jawa Barat dengan menggunakan 122 kendaraan dari beragam jenis.

Ketua Umum Asosiasi Transporter dan Tambang Nusantara (ATTN) menjelaskan “bahwa aksi damai tersebut dilatarbelakangi oleh kebijakan penutupan sejumlah usaha tambang di Jawa Barat yang dinilai berdampak luas, khususnya terhadap nasib para pekerja tambang dan sektor ekonomi turunannya.

“Penutupan tambang ini membuat ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian. Sopir truk, buruh tambang, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas tambang ikut terdampak,” ujarnya saat memaparkan persiapan aksi.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, kebijakan penutupan tambang tanpa solusi konkret juga memicu lonjakan harga material bangunan, khususnya pasir dan batu.

“Akibat pasokan terbatas, harga pasir dan batu melonjak tajam. Ini bukan hanya berdampak pada pelaku usaha, tapi juga masyarakat kecil. Banyak warga mengeluh karena harga pasir per kubik sekarang sangat mahal,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat yang hendak membangun atau merenovasi rumah menjadi terbebani secara ekonomi.

“Warga yang mau bangun rumah menjerit. Harga material tidak lagi terjangkau, sementara pendapatan masyarakat tidak ikut naik,” tambahnya.

Dalam aksi damai tersebut, GPPSDA-LH akan menyampaikan 11 poin tuntutan kepada Gubernur Jawa Barat. Salah satu tuntutan utama adalah pemberian bantuan sosial (bansos) bagi para pekerja yang terdampak penutupan tambang, serta peninjauan ulang kebijakan agar pengelolaan sumber daya alam tetap memperhatikan aspek lingkungan tanpa mengorbankan keberlangsungan hidup masyarakat.

“Kami berharap Gubernur Jawa Barat bisa mendengar langsung aspirasi kami dan mengambil kebijakan yang adil, agar pekerja tambang tetap bisa hidup layak dan harga material kembali normal,” pungkasnya.

Reporter : Wahyu Diansyah

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60